Mengenal AHA, BHA, PHA dan Niacinamide
Dikarenakan sekarang aku pake Some By Mi Miracle Toner yang mengandung AHA, BHA, PHA dan Niacinamide, aku jadi pengen tau kandungan apa aja sih itu?
Aman buat kulit wajah ga?
Terus skincare dengan kandungan apa aja yang ga boleh dipakai berbarengan sama zat-zat yang tadi itu?
Nah ini dia jawaban yang aku dapat, hasil dari googling haha (maaf ga nyantumin sumber, karena aku lupa ga nyimpen nama web nya. But mostly yang aku inget sumbernya dari femaledaily dan beautyjournal, journal sociolla).
Aman buat kulit wajah ga?
Terus skincare dengan kandungan apa aja yang ga boleh dipakai berbarengan sama zat-zat yang tadi itu?
Nah ini dia jawaban yang aku dapat, hasil dari googling haha (maaf ga nyantumin sumber, karena aku lupa ga nyimpen nama web nya. But mostly yang aku inget sumbernya dari femaledaily dan beautyjournal, journal sociolla).
AHA (Alpha Hydroxy Acid), BHA (Beta Hydroxy Acid), dan PHA (Poly Hydroxy Acids) adalah senyawa asam yang termasuk efektif untuk eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati. Selain berperan sebagai eksfoliator, ketiga komponen ini juga bisa berperan sebagai pelembab dalam konsentasi yang kecil.
Oleh karena itu, penggunaannya relatif aman jika berulang setiap hari, baik pagi, sore, dan malam hari.
AHA (Alpha Hydroxy Acid)
- Bersifat melembabkan
- Larut dalam air
- Meningkatkan ketebalan kulit
- Memperbaiki tingkat kolagen
- Menjaga kelembapan kulit
- Umumnya ditemukan dalam produk untuk kulit kering dan produk skin care anti aging
Bentuk lain AHA biasanya adalah glycolic acid, lactic acid, malic acid, mandelic acid, hingga citric acid.
Sebelum menggunakan produk yang mengandung AHA, pastikan kulit dalam keadaan kering dan sudah bersih bebas dari minyak (terutama jika sebelumnya sudah menggunakan cleansing oil, itu harus dibersihkan dulu).
Penggunaan AHA bisa menyebabkan photosensitivity atau iritasi jika terkena paparan sinar matahari. Maka dari itu, jika memakai produk yang mengandung AHA di siang hari, harus pakai tabir surya mengandung SPF.
AHA akan bekerja lebih baik jika konsentrat dalam produknya berkisar 5 – 10%.
BHA (Beta Hydroxy Acid)
- Bersifat mengeringkan
- Larut dalam minyak
- Lebih juara dalam mengatasi masalah jerawat, komedo, dan kulit berminyak
- Mencegah peradangan kulit
- Umumnya digunakan untuk produk khusus kulit berminyak atau berjerawat
Bentuk lain BHA yang biasa ditemukan adalah salicylic acid.
Pada penggunaan produk yang mengandung BHA, bisa langsung dipakai, tidak perlu menunggu kulit hingga kering.
BHA aman digunakan baik siang ataupun malam.
BHA akan bekerja lebih efektif jika konsentratnya berkisar 1 – 4%.
PHA (Poly Hydroxy Acids)
- Untuk eksfoliasi kulit
- Lebih ringan dibandingkan BHA dan AHA
- Cocok untuk kulit kering dan sensitif
- Membuat kulit menjadi lebih halus
- Memperbaiki warna kulit yang tidak merata
- Mengandung pelembab, anti-inflamasi, anti-oksidan
- Bersifat soothing (menenangkan)
Niacinamide
Sedangkan Niacinamide, biasa disebut sebagai Nicotinic Acid, adalah vitamin B3 yang membantu memperkuat pertahanan lapisan kulit paling luar. Karena kemampuan tersebut, vitamin B3 ini dapat mengencangkan kulit dan mempunyai sifat anti-inflammatory yang bagus untuk menghilangkan kemerahan yang disebabkan oleh jerawat dan meredakan jerawat yang meradang.
Untuk yang memiliki kulit berminyak, jangan khawatir. Karena niacinamide menjaga pertahanan kulit dan membuat produksi minyak jadi semakin terkendali. Pori-pori akan menjadi lebih bersih karena tidak tersumbat minyak yang berlebih.
Selain itu, niacinamide juga menjaga kelembapan kulit karena vitamin B3 ini meningkatkan produksi ceramide, kandungan yang mengunci kadar air pada kulit.
Untuk yang memiliki banyak luka bekas jerawat, niacinamide juga bisa membantu pudarkan acne scar dan memperbaiki warna kulit yang tidak merata. Hal ini dapat terjadi karena niacinamide membantu memperlambat proses pemindahan melanin ke lapisan terluar kulit.
Overall, bagi yang kulitnya berjerawat, produk skincare yang mengandung niacinamide patut dicoba. Kemampuannya untuk mengontrol produksi minyak dan kelembapan kulit cocok untuk tipe kulit mana saja. Kulit yang berminyak tidak akan menjadi kering, dan kulit yang kering tidak akan menjadi berminyak.
Nah, udah tau kan tentang beberapa zat aktif dalam skincare tersebut? Sekarang aku bakal mengutip dari beberapa artikel juga tentang "skincare yang tidak boleh dipakai berbarengan dengan kandungan zat aktif".
Retinol + AHA/BHA
Retinol, AHA, dan BHA adalah tiga ingredient
jagoan yang bisa menangani banyak masalah kulit, mulai dari jerawat,
kusam, noda, sampai tanda-tanda penuaan. Jika digunakan bersamaan,
ketiga ingredient ini, entah retinol + AHA aja ataupun retinol +
BHA aja berpotensi membuat kulit jadi memerah dan iritasi. Fungsi
retinol adalah mempercepat regenerasi kulit, sedangkan AHA dan BHA
adalah mengeksfoliasi sel kulit mati.
Kalau dipakai dalam satu waktu yang sama, seolah-olah kita “menyuruh”
kulit untuk melakukan begitu banyak hal dan yang ada kulit malah over-exfoliated. Alternatifnya adalah memakai AHA/BHA di bawah sunscreen pada siang hari dan retinol pada malam hari, atau diseling selama beberapa hari aja pemakaiannya setiap malam.
Vitamin C + Niacinamide (?)
Gabungan antara dua ingredient
ini sebenarnya masih jadi perdebatan di luar sana. Ada yang beranggapan
bahwa kombinasi keduanya menghasilkan niacin, substansi yang akan
membuat kulit menjadi merah seperti kepiting rebus dan mengurangi
performa vitamin C, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa nggak semua
orang akan merasakan dampak buruk dari reaksi tersebut.
In a very science-y post from kindofstephen.com
dijelaskan bahwa kadang reaksi memerah dari kulit bisa jadi karena
formulasi produk vitamin C-nya yang kurang stabil dan bukan karena hasil
dari niacin. Selain itu, proses pembentukan niacin pun nggak
sesederhana itu, karena dari hasil penelitian yang dilakukan selama
kurang lebih enam minggu, presentase niacin yang terbentuk pun sangat
rendah, hanya sekitar 1 – 2 %.
Hal ini bukan berarti lantas kita bisa bebas memakai vitamin C dan niacinamide berbarengan tanpa caution,
karena tentu balik lagi ke formulasi kedua produk masing-masing, bisa
saja yang membuat iritasi adalah formulasinya dan bukan reaksi yang
ditimbulkan saat keduanya digabung. Best bet, dipakai di saat yang berbeda (pagi – malam) seperti bahan-bahan di atas.
AHA dan Vitamin C
AHA berfungsi untuk mengekfoliasi kulit. Kandungan skin care
ini ternyata mampu mengubah pH pada vitamin C hingga menghilangkan
fungsi antioksidan di dalamnya. Untuk itu, produk yang mengandung AHA
sangat bertentangan dengan produk yang mengandung vitamin C. Untuk
menyiasatinya, gunakan serum dengan antioksidan tinggi berbahan green tea.
BHA dan Benzoyl Peroxide
BHA juga berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit. Produk berbahan BHA ini
tentu tidak boleh dikombinasikan dengan produk yang memiliki fungsi
serupa seperti Benzoyl Peroxide. Jika keduanya dicampur, kulit bisa-bisa
mengelupas parah dan iritasi. Selain itu, skin care layering yang salah ini juga mudah memicu jerawat aktif. Bisa breakout nih!
So girls, itu dia info-info yang aku dapat dari hasil riset di internet. Semoga bermanfaat! Kalau ada yang kurang, boleh silahkan menambahkan di kolom komentar ya.



Comments
Post a Comment